Nonton Lion King Musikal di Singapura

Saya baru pulang dari negara tetangga. Tujuan utamanya buat nonton pertunjukan Lion King plus nengok taman bermain yang lagi beken itu, Universal Studios. Kali ini saya nggak mau ngebahas taman bermain itu. Saya mau berbagi cerita soal pertunjukan Lion King ini. Jauh-jauh hari tiket saya pesan demi dapat tiket dengan tempat duduk terbaik. Website resminya cukup bermasalah waktu mencoba pesan online. Akhirnya berhasil lewat agen tiket beken Sistic. Dan harganya, cukup mahal untuk kursi yang saya inginkan.

Ini untuk pertama kalinya saya nonton musikal show. Sebetulnya saya tertarik juga dengan musikal show yang beberapa waktu belakangan ini begitu marak berlangsung di Jakarta. Misalnya show seperti Onrop, Gita Cinta, Ali Topan, Laskar Pelangi dll. Alasannya gak banget, gak punya temen buat nonton 😦 . Bukan karena sok-sokan pula kalau kemudian saya malah merasakan pengalaman nonton pertunjukan macam ini di luar negeri, bayar mahal pula!

Ujung-ujungnya karena mumpung. Mumpung lagi ke Singapura, mumpung lagi ada rejeki buat beli tiket. Dari hotel saya di area beach road, saya naik MRT dari city hall ke Marina bay, ternyata harus sedikit jalan kaki dan disambung dengan naik bis sekitar sekilometeran. Celingukan dulu ngeliatin bangunan tinggi megah yang beberapa waktu belakangan jadi profile picture beberapa teman facebook yang berkunjung ke singapura ini. yap, sudah sampai marina bay sands. Grand Theater Marina Bay Sandsnya sendiri ternyata gak di gedung itu. Setelah sempet nanya-nanya sama sekuriti akhirnya sampailah di Grand Theater.

Wuih udah panjang juga antrian buat masuk gedungnya. Bangunannya masih kelihatan gress dan megah. Setelah tuker tiket online, langsung deh ngeloyor masuk. Untungnya tiket saya gak termasuk yang harus antri. Begitu masuk lobinya masih ada waktu sekitar 15 menitan ke jam 8. Bisa buat beli minum atau sekedar foto-foto. Sayangnya suasananya rame sekali, males banget buat narsis-narsisan. Mendingan buat buang air deh daripada pas pertunjukan kebelet!

Jreng, pas masuk ke auditoriumnya wah…..ternyata biasa aja….hehehe…ya sama lah kayak gedung-gedung pertunjukan gitu. Bayangin gedung bioskop 21 tapi ada panggung dan balkonnya. Sempat melihat beberapa orang beken Indonesia nonton juga malam itu, seorang penyanyi yang udah lama gak bikin album sama ibunya yang pemain film dan sinetron senior. Terus juga ada pembawa acara beken cewek bareng anak-anaknya.

Sekitar jam 8 lebih sedikit show di mulai. Rafiki, si babon muncul mulai nyanyiin lagu Circle of Life, langsung merinding dan berkaca-kaca nih begitu barisan penari dalam kostum hewan-hewannya muncul. Sisanya gak perlu diceritain detil ya. Nonton sendiri aja hehehe….Yang jelas sebagai pengalaman pertama nonton show musikal seperti ini saya benar-benar terpesona! Susah dilukiskan dengan kata-kata saking lebay dan noraknya saya. Pokoknya dari semua aspek (wew bahasanya) mulai dari kostum, tarian, akting, musik, efek, semuanya oke punya deh!

Sedikit bagi-bagi saran:

– Show ini jelas ya semuanya dalam bahasa Inggris, kadang diselingi sama bahasa swahili atau Zulu, (gak ngerti juga mana yang bener) jadi buat yang agak-agak lemot Inggrisnya ya perhatiin baik-baik, tapi gak gitu ngaruh juga ya kan garis besar ceritanya sama kayak film kartunnya.

-pilih kursi yang lokasinya lurus sama  panggung ya…maksudnya jangan dipinggir deh, biar lebih nyaman dan maksimal nontonnya. Lumayan agak mahal sih.

-karena shownya buat semua umur jadi siapin mental bakal banyak anak kecil segala jenis. Jadi siap-siap dengan suara-suara mereka gitu kalau sial dapat tempat duduk dekat mereka.

-datang lebih awal buat tuker tiket atau beli tiket di tempat. mbak-mbak (lebih tepatnya auntie auntie) yang ngelayanin agak lambreta gawenya boo

-shownya terbagi dua bagian, jadi ada istirahat di tengah-tengah. pake buat buang air lagi deh…daripada nanti ketinggalan show berikutnya. shownya lebih dari 2 jam totalnya jadi lumayan lama.

Setelah show selesai, langsung deh muter-muter Marina Bay Sands ini. Meskipun toko-tokonya banyakan udah pada tutup, buat foto-foto masih bisa lho..sambil berharap lain kali bisa datang dan mungkin nginep di hotel megah ini…hihihii…

Menjenguk si Komodo

 

beberapa bulan lalu saya berkesempatan jalan-jalan ke Taman Nasional Komodo. Rencananya sih saya tadinya mau ke Pulau Komodonya langsung, tapi kemudian tujuan dirubah ke tetangga dekatnya, Pulau Rinca. Kata pemandu wisata yang saya sewa, kesempatan melihat dan bertemu langsung hewan yang jadi kebanggaan Indonesia ini jauh lebih besar di Rinca. Logikanya karena Pulau Komodo jauh lebih besar dan luas, maka Komodo pun lebih menyebar. Populasi yang tidak terlalu banyak juga menjadi salah satu faktornya. Entah ini benar atau tidak. Yang jelas, karena juga lokasi yang lebih jauh dan ke-parno-an naik perahu juga menjadi hal yang saya pertimbangkan untuk akhirnya memilih Pulau Rinca ketimbang Pulau Komodo. Toh, tujuannya juga sama mau bertemu langsung dengan kadal raksasa di habitat aslinya.

labuan bajo

Untuk melihat komodo ini agak perlu perjuangan. Dari Bali (dari lombok juga bisa) kita harus terbang ke Labuan bajo terlebih dahulu. Kota pelabuhan kecil ini menjadi tempat hampir semua perjalanan ke taman nasional Komodo ini bermula. Pesawat Trans Nusa yang saya tumpangi mendarat dengan selamat di bandara Komodo yang mungil. Ternyata tak separah yang saya kira, pesawatnya bagus dan lancar. Setelah bebersih di Hotel yang saya tempati selama 3 hari di sini, saya diajak keliling labuan bajo. Makan siang di Panorama restoran dan berakhir jalan-jalan ke Gua Batu Cermin yang cukup unik. Keesokan harinya baru lah petualangan ke Taman nasional Komodo di mulai. Pagi-pagi buta, sekitar jam 6 pagi, pemandu saya sudah menjemput. Terpaksa sarapan pun dibungkus dan di makan di perahu. Perahu yang saya sewa ini ternyata jauh dari yang saya bayangkan. Kirain bakal dapat perahu nelayan yang biasa saya lihat di Pangandaran. Ternyata perahu yang ini lumayan besar, ada tempat duduk dan meja untuk penumpang di depan nahkodanya. Terus juga ada toilet dan kabin tempat tidurnya. Saya tidak sempat bertanya harga sewanya berapa karena perahu ini sudah termasuk dalam biaya tur yang saya bayar di jakarta. Continue reading