Dia Anakku, sinetron terbaru Aryani Fitriana

Juara Favorit GADIS  Sampul 2002, Aryani Fitriana kembali muncul di layar kaca. Kali ini dia mendapat peran utama di sinetron Dia Anakku,  sebagai anak orang kaya yang dibuang dan tumbuh besar di antara orang utan, hingga berperilaku seperti hewan tersebut. Ryan akan beradu akting dengan sederet bintang terkenal seperti Paramitha Rusady, Andrew Andhika, Della Puspita, Enno Lerian dll.

serial ini ditayangkan Indosiar, setiap hari minggu-jumat jam 7 malam.

In The Name Of Love – Poster dan Sinopsis

inthenameoflove1.jpg

Film patut ditunggu tahun depan! 10 april 2008!

In The Name Of Love….hm…ada Acha di situ! Finalis GADIS sampul 2004 ini makin menunjukan keeksisannya. Sekarang dengan membintangi film karya Rudy Soedjarwo ini bisa jadi tahun depan masih akan jadi tahunnya Acha yang 2007 ini berhasil memperoleh nominasi FFI untuk aktris terbaik. Selain Acha, film ini juga didukung pemain-pemain hebat, peraih 4 Piala Citra, Christine Hakim, Roy Marten, Cok simbara, Luna Maya dan Vino Bastian.
Continue reading

Ardina Rasti di Suster N

Rasti, pemenang 2 GADIS sampul 1999 ini kembali ke layar perak. Setelah Lari Dari Blora yang bakal edar dalam waktu dekat, pacar Lucky Wija ini sedang membintangi film horor berjudul Suster N.

 

Dalam film ini Rasti bakal beradu peran dengan beberapa bintang ternama, seperti Wulan Guritno, Jajang C Noer, Lukman Sardi dll. Seperti biasa ada adegan Rasti berendam di bathup. hehehe….

The Photograph:Jatuh Cinta Sama Shanty!

photo.jpg

Waduh, Shanty seharusnya lebih serius jadi aktris deh ketimbang jadi penyanyi. Setiap kali muncul di layar lebar, dia selalu mencuri perhatian. The Photograph jadi saksi bagaimana sekali lagi Shanty membuat saya terpesona pada bakat aktingnya. Di sini Shanty berperan sebagai Sita, penyanyi karaoke yang banting tulang untuk mengirimkan uang pada anak dan neneknya yang dalam film cuma terdengar suaranya lewat telepon. Setelah bermasalah dengan germo bernama Suroso (Lukman Sardi), Sita terdampar pada rumah kos milik lelaki tua keturunan bernama Johan (Lim Kay Tong) yang berprofesi sebagai fotografer. Lambat laun antara Sita dan Johan terjalin hubungan manusia yang unik. Johan ternyata menyimpan masa lalu kelam.

Shanty sangat bagus bermain sebagai Sita. Sepertinya peran ini memang untuknya. Wajah, gerak gerik dan suaranya benar-benar menjelma pada Sita, meskipun agak mengingatkan akan perannya sebagai Siti di Berbagi Suami. Aktor Singapura, Lim kay Tong juga bermain prima. Para pendukung lain seperti Indy Barends, Lukman Sardi, Indra Bekti, Nicolas Saputra, Dorce juga bermain gemilang. Nico bisa jadi bakal jadi pembicaraan, mengingat perannya di sini sebagai waria pada scene wawancara kerja yang sebenarnya tidak penting juga ada di film ini.

Sayangnya skenario yang digarap Nan Achnas sendiri, seperti kebanyakan film indonesia lainnya yang sok nyeni, malah membuat ngantuk, capeeeeeeeek bo! untungnya gambar-gambar yang ada di film ini benar-benar penyegaran mata, hingga bisa membuat mata terus terjaga. Kota Semarang yang jadi lokasi film ini juga terlihat sangat artistik sekali.

The Photograph cuma oase yang setidaknya disyukuri kehadirannya ditengah-tengah gempuran film-film horor gak jelas dan film-film hollywood yang membombardir bioskop kita. Tapi jangan berharap film seperti ini akan diantri banyak orang, wong pas saya nonton saja, mungkin hanya 10-12 orang yang menonton film ini. Kontras banget sama studio sebelah yang memutar Transformer. Untungnya kelelahan 95 menit terbayar oleh kehadiran shanty di film ini….