Astrid Tiar, cover Kartika

GADIS Sampul 2000, Astrid Tiar menjadi bintang sampul majalah Kartika edisi November 2010. Dalam 3 halaman cover Story, Astrid menceritakan soal keinginannya menjadi seorang dosen. Astrid juga berbagi cerita soal kevakumannya dari dunia hiburan karena disibukan oleh kegiatan studinya. Yang jelas, Astrid terlihat sangat cantik dan menawan di cover ini.

foto scan dari majalah kartika edisi November 2010:

 

Benyamin S, Penyanyi Terhebat Versi Rolling Stone Indonesia

Baru jalan-jalan ke situs majalah Rolling Stone Indonesia, dan nemu artikel tentang edisi Desember 2010. Menarik sekali. Mereka akan mengeluarkan edisi khusus yang membahas para vokalis terbaik dan terbesar di negeri ini. Rolling Stone Amerika juga pernah membuat edisi sejenis, dan menempatkan Aretha Franklin sebagai vokalis terhebat sepanjang masa versi mereka. Lalu, bagaimana versi Indonesia?

Benyamin S menjadi pemuncak daftar yang diberi judul Rolling Stone The 50 Greatest Indonesian Singer. Saya setuju dengan pilihan mereka. Nama-nama yang muncul dalam daftar 50 besar ini juga cukup memuaskan, meskipun banyak didominasi penyanyi dari masa kini. Iwan Fals, Chrisye, Titiek Puspa, Vokalis Koes Plus, Vina Panduwinata dll menghuni deretan berikutnya.

Sedikit tidak sabar untuk membeli dan membaca RS edisi desember 2010 ini.  Untuk melihat daftar lengkapnya, bisa di lihat di SINI

Best Of 2010: Rafael Nadal

Siapapun yang menang di ATP World Tour Final 2010, tidak akan merubah fakta bahwa petenis terbaik 2010 adalah Rafael Nadal. Petenis kidal asal Spanyol ini adalah yang terbaik sepanjang tahun 2010! 3 Grandslam, kembali merebut peringkat 1 jadi pembuktiannya.

Buat saya sebagai penggemar berat, sedikit terkejut dengan kejayaan Nadal tahun ini. Bagaimana tidak? setahun lalu, setelah kemenangan super dramatis di Australian Open 2009 (yang membuat Roger Federer menangis bak anak kecil kehilangan permen di penyerahan piala), Nadal seperti berada di ujung karier. Kekalahan menyakitkan di Perancis Terbuka, absen di Wimbledon dan kemudian dipermalukan oleh Juan martin delpotro di New York.  Banyak orang berspekulasi bahwa karier Nadal sudah tamat.

Tapi seperti biasa, Nadal membungkam semua prediksi tentang kariernya dengan amat manis. Meskipun awal tahun tersendat-sendat, kalah dari Murray di Melbourne, choking di beberapa turnamen (Davydenko di Doha, Ljubicic di IW, lawan Roddick di Miami) Nadal kembali menemukan kepercayaan dirinya dengan menyapu bersih gelar master di lapangan favoritnya, tanah liat. Perancis Terbuka dimenanginya dengan sukacita setelah menuntaskan dendam atas kekalahannya dari soderling tahun lalu. Setelahnya tinggal cerita, dominasi tak tertahankan menjadi kelanjutan kisah Rafael Nadal di tahun 2010!

 

 

Menjenguk si Komodo

 

beberapa bulan lalu saya berkesempatan jalan-jalan ke Taman Nasional Komodo. Rencananya sih saya tadinya mau ke Pulau Komodonya langsung, tapi kemudian tujuan dirubah ke tetangga dekatnya, Pulau Rinca. Kata pemandu wisata yang saya sewa, kesempatan melihat dan bertemu langsung hewan yang jadi kebanggaan Indonesia ini jauh lebih besar di Rinca. Logikanya karena Pulau Komodo jauh lebih besar dan luas, maka Komodo pun lebih menyebar. Populasi yang tidak terlalu banyak juga menjadi salah satu faktornya. Entah ini benar atau tidak. Yang jelas, karena juga lokasi yang lebih jauh dan ke-parno-an naik perahu juga menjadi hal yang saya pertimbangkan untuk akhirnya memilih Pulau Rinca ketimbang Pulau Komodo. Toh, tujuannya juga sama mau bertemu langsung dengan kadal raksasa di habitat aslinya.

labuan bajo

Untuk melihat komodo ini agak perlu perjuangan. Dari Bali (dari lombok juga bisa) kita harus terbang ke Labuan bajo terlebih dahulu. Kota pelabuhan kecil ini menjadi tempat hampir semua perjalanan ke taman nasional Komodo ini bermula. Pesawat Trans Nusa yang saya tumpangi mendarat dengan selamat di bandara Komodo yang mungil. Ternyata tak separah yang saya kira, pesawatnya bagus dan lancar. Setelah bebersih di Hotel yang saya tempati selama 3 hari di sini, saya diajak keliling labuan bajo. Makan siang di Panorama restoran dan berakhir jalan-jalan ke Gua Batu Cermin yang cukup unik. Keesokan harinya baru lah petualangan ke Taman nasional Komodo di mulai. Pagi-pagi buta, sekitar jam 6 pagi, pemandu saya sudah menjemput. Terpaksa sarapan pun dibungkus dan di makan di perahu. Perahu yang saya sewa ini ternyata jauh dari yang saya bayangkan. Kirain bakal dapat perahu nelayan yang biasa saya lihat di Pangandaran. Ternyata perahu yang ini lumayan besar, ada tempat duduk dan meja untuk penumpang di depan nahkodanya. Terus juga ada toilet dan kabin tempat tidurnya. Saya tidak sempat bertanya harga sewanya berapa karena perahu ini sudah termasuk dalam biaya tur yang saya bayar di jakarta. Continue reading