La Vie En Rose, Jatuh Cinta Pada Marion Cotillard

lavie_finalkeyart.jpg

Entahlah sudah berapa lama saya tidak merasakan sensasi ini pada penampilan seorang aktris pada sebuah film. Terakhir mungkin saya begitu terpukau pada akting gemilang Reese Witherspoons di Walk The Line, dua tahun silam. Sampai saat ini Reese adalah aktris paling saya sukai. Semua filmnya saya koleksi dan tonton berulang-ulang.

Kemarin ini saya nonton beberapa film di JIFFEST. Salah satunya La Vie En Rose, film perancis yang berjudul asli La Mome. Tadinya teratarik setelah membaca reviewnya yang bagus di internet plus ada kemungkinan film seperti ini gak bakal diputer di 21. Ternyata gak sia-sia karena saya justru merasakan sensasi yang sama ketika saya menyaksikan Reese Witherspoons bernyanyi sambil memetik alat musik traditional country di Walk The Line.

La Vie En Rose mengisahkan kisah hidup penyanyi legendaris Perancis, Edith Piaf. Sejak kecil Edith (Marion Cotillard) hidup menderita, diluntakan ibu sendiri, dititipkan oleh ayahnya di rumah neneknya yang menjadi germo, diasuh pelacur-pelacur neneknya. Bakatnya di dunia menyanyi ditemukan pemilik kabaret yang kemudian membuat Edith terkenal ke penjuru dunia, sayang kisah suksesnya juga diikuti kehidupannya yang mulai carut marut. Dari mulai ketergantungan obat, alkohol dan cinta terlarang sampai digerogoti kanker.

Marion Cotillard. Ini dia nama yang membuat saya terpana. Aktingnya benar-benar memukau. Saya memang tidak pernah mengetahui bagaimana Edith Piaf, hanya dengar beberapa lagunya saja. Tapi dengan meyakinkan, Marion menitis dalam karakter Edith yang sangat kompleks itu. Bagaimana cara berjalan, tertawa, bernyanyi dan menangis dilakukan Marion dengan amat baik. Saya sampai merinding ketika dalam satu adegan Marion memperagakan bagaimana Edith terpukul ketika mendapati kekasihnya telah tewas dalam kecelakaan.

Film ini benar-benar memperlihatkan betapa perihnya kehidupan Edith Piaf. Meskipun sukses didapatnya namun jelas dia tidak bahagia. Lagu-lagu legendaris Edith juga turut menyiratkan bagaimana sang diva ini mencoba bertahan di dunianya yang carut marut. entah apakah film ini akan diputar regular di bioskop kita atau tidak. Yang jelas, film ini masuk dalam daftar film terbaik yang saya tonton selama 2007 ini. Oscar 2008 untuk Marion Cotillard nampaknya tidak akan mustahil untuk diraih!

Semoga!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s