Love Is Cinta, Heart Seri 2 Yang Hampir Tiada Beda!

Setahun lalu Heart yang mengantarkan Nirina Zubir menjadi Aktris Terbaik diberbagai festival film berhasil mengharu biru dunia perfilman Indonesia. Heart boleh jadi film terlaris tahun 2006. Sukses ini juga mengangkat nama Acha Septriasa dan Irwansyah sebagai pasangan sukses lewat duet soundtrack dari film tersebut.

Setahun berlalu, sekarang muncul film yang boleh jadi adalah reinkarnasi dari Heart. Judulnya Love Is Cinta. Bayangkan, hampir semua cast dan crew yang mengantar sukses Heart diboyong untuk bermain lagi di sini. Hanya saja mereka bertukar posisi. Acha yang hanya jadi peran pembantu di Heart, naik kelas menjadi sang bintang menggantikan Nirina yang kali ini hanya beroleh peran sebagai reporter televisi yang bahkan tidak penting sama sekali perannya. Irwansyah, Unique Priscilla juga kembali dengan peran kecil mereka. Begitu juga Hanny r Sapoetra yang kembali menyutradarai film ini. Mungkin hanya Melly Goeslaw saja yang tidak berpartisipasi lagi.

7 thoughts on “Love Is Cinta, Heart Seri 2 Yang Hampir Tiada Beda!

  1. “Dengan akan diputar secara serentak di 90 layar di bioskop kota-kota besar pada 16 Mei ini, kami optimis film ini akan melampaui pendapatan film GHOST di masa jayanya,” -Chand Parwez, produser

    “Dalam MY HEART kita memang melahirkan ikon Acha – Irwansyah, dan di film ini ikon tersebut kita pasangkan kembali untuk menderek produk kita,” -Hanny R Saputra, sutradara

    “Saya secara pribadi sangat puas dengan pencapaian ini sebagai kemajuan dalam memaksimalkan orchestrary,” Dian HP, ilustrasi musik

    Oke. Proyek yang terlihat menjanjikan sekali. Apalagi didukung promo gede2an Chand Parwez dengan embel2 ‘saya akan bawa film ini ke Cannes’-nya. Apakah semua faktor yg mendukung ini cukup untuk membuat satu film bermutu?

    Sama aja dgn pertanyaan: apakah anak orang kaya sudah pasti pintar?

    Cinta (Acha Septriasa) dan Ryan (Irwansyah) sudah lama dekat tanpa status yg jelas. Meski saling suka si Ryan ga pula nembak2 krn ga pede ngomong cinta (malesss bgt tipe cowok kaya gini, tendang aja!!). Lalu si Ryan meninggal dgn cara yg sangat heroik (worth to see!! Benar2 memperlihatkan bagaimana bodohnya tokoh Ryan). Nah saat itulah, dengan pertolongan malaikat gay (dugaan saya sih), dia berhasil minta perpanjangan waktu 3 hari di dunia untuk menyatakan cinta dgn menggunakan tubuh seorang gay (Raffi Ahmad) yg mati bunuh diri lengkap dgn busa2 dari mulutnya. Maka si gay yg sebenarnya Ryan pun hidup kembali, dan sibuk mengejar2 Cinta agar dia mau menerima cintanya. Dari sini, rasanya ditebak aja juga ga akan beda2 jauh sama aslinya.

    Saya akan berusaha rasional. Kalau tiba2 ada seorang cowok tak dikenal dateng ke saya dan bilang, ‘saya tau semua tentang kamu. Kamu sukanya makan apa, duduk di mana, tinggal di mana, bahkan pembalut yg kamu pakai pun saya tau.’ saya akan totally freaked out. Mungkin saya akan :
    a. menampar orang tersebut lalu lari jauh2
    b. teriak ‘you pervert!!’ lalu lari jauh2
    c. telpon polisi lalu lari jauh2

    Tapi, Cinta mungkin entah sangat pemberani atau agak telmi. Dia cengengesan aja. Saya lebih setuju kalau dia telmi, krn waktu adegan lulus2an aja, nyanyinya di sini senang di sana senang.

    Ada lagi si Ryan. Setelah wajahnya berubah dan dia menemukan kartu nama dirinya sendiri, daripada pulang ke alamat yg tertera di alamat tsb, dia malah pulang ke rumahnya sendiri, yang berakibat tentu saja digebukin bapaknya sendiri. Entah pemberani, atau telmi.

    Lalu Hanny R Saputra selaku sutradara yg dengan segala ketelitiannya membuat Ryan yg akan bersekolah di Amerika malah berangkat ke Singapura. Mohon jangan bilang mungkin saja dia transit, karena pengumuman untuk transit nggak bakal kayak gitu. Dan seolah adegan itu kurang bodoh, si Ryan memutuskan meninggalkan saja itu pesawat sesaat saja sebelum boarding. Hello??? The luggages, sir???? Emangnya berangkat sekolah ke luar negeri cuman bawa tas ransel doang???

    Banyak sekali kebodohan2 yg harus kita telan di film ini. Sejumlah adegan ga penting yang entah karena mereka berpikir akan jadi lawakan segar atau karena tanpa itu filmnya terlalu sebentar juga lumayan mengganggu konsentrasi (dan konsentrasi itu perlu karena tanpa itu kita akan ketiduran). Tapi tampaknya para pembuat film ini ingin sekali membuat kami tertidur, karena mereka masih menambah adegan acha septriasa nyanyi pake suara kentut yang fals.

    Yang paling disturbing lagi: adegan terbang2 di langit dgn pengambilan gambar yang ga indah. Apakah adegan dengan efek ala kadarnya itu harus saya bilang romantis? Apa di jaman milenium gini masih ada orang yg memimpikan terbang berdua dgn pacar seperti halnya superman dan lois lane?

    Heart, pendahulunya film ini, sangat terbantu dengan kehadiran Nirina Zubir meski di seluruh film dia kerjaannya ngeden sampe nangis. Aha, kata sang sutradara, kita pasang lagi nirina sebagai cameo. Maka jadilah dia, pembawa berita tivi yg rambut dan poninya beda warna (emang lagi ngetrend apa ya?). Selebihnya, kita kasi aja peran ngeden ke Raffi Ahmad. Maka Raffi Ahmad pun ngeden dan teriak kanan kiri dengan dialog itu2 saja: GUE RYAN!! GUE RYAN!!
    Sementara Acha dan Irwansyah (kenapa sih sebenarnya dua orang ini beken? tampang biasa, bakat ga ada, suara nyelekit, kuliah juga ga jelas) berhasil mempertahankan performance mereka yang buruk. Acha mengernyit jika tertawa, dan nyengir kalau sedih. Sedangkan Irwansyah selalu mangap di hampir setiap adegan.

    Bahkan ide cerita pun sebenarnya tak orisinil, mirip bgt ama film Fly Me to Polaris. Bedanya, kisah cinta si Kepala Bawang dan suster cantik di film tsb berhasil dikemas jadi tidak menyebalkan dan justru malah mengharukan. Love is Cinta bahkan ga bisa bikin judul yg lebih bagus dari Fly Me to Polaris.

    Bagi saya, film ini masuk dalam kategori Ga Penting Abis. Saya jadi tertarik ingin membuat awardnya. Film ini akan bersaing ketat dengan sederet film2 indo yang saya tonton akhir2 ini. Hanny R Saputra, tetaplah memproduksi film2 semacam ini. Akan saya beli semua dvd-nya, saya bundel dan saya beri judul di sampulnya: film tercela.
    btw, kabarnya ada abg yg nangis nonton film ini. MASA SIIH????
    masa bodo.

  2. gw kecewa banget sama perfileman indonesia..

    Gila aja.. Ini kan nyontek filmnya Fly My To Polaris… !!!
    Please deh, gak sinetron, gak layar lebar, sama aja.. Dasar Plagiaatt…. !!!

    sekali-kali putar otak dikit donk, buat cerita karya sendiri..

  3. Katanya juga memang bener sihh..
    Love is cinta harus nya begini

    RYAN MAU PERGI LANJUTIN PELAJARANNYA DI AMERIKA KEMUDIAN DIA GAK JADI PERGI KE SANA KERANA DIA BELUM MENGUNGKAPKAN CINTANYA KE CINTA

    NAH PADA WAKTU YANG SAMA CINTA MAU PERGI KE AIRPORT UNTUK MELUAHKAN RASA CINTANYA JUGAAA…

    KEMUDIAN SAAT CINTA ON THE WAY KE AIRPORT RYAN ADA SEKALI DISITU…

    NAH!! DARI SITU BARU LAAAH KITA LIAT DAN KITA PERBAIKI JALAN CERITANYA…

    KALAU SAYA JADI SUTRADARA SAYA GAK AKAN SELIT KAN MALAIKAT,ARWAH PENASARAN ATAU APA PUN YANG GAK LOGIK…

    LOVE IS CINTA SEHARUS NYA MENYELITKAN SESUATU YANG BERERTI LOVE ITU CINTA …

    BUKANYA MENYELITKAN CERITA2 YANG ADA MALAIKAT…ATAU ARWAH PENASARAN …

    LOVE IS CINTA HARUS MENYELITKAN PEREBUTAN CINTA…

    CONTOH NYA SI IVAN JUGA CINTA SAMA CINTA JADI SI RYAN HARUS BERSAING MEREBUT CINTA SI CINTA

    DARI SITU CINTA HARUS MEMILIH YANG MANA SATU CINTA YANG TAK BISA DIUNGKAPKANYA

    NAH,PASTI CINTA MEMILIH CINTANYA RYAN KERANA MEREKA SALING MENCINTAI SATU SAMA LAIN WALAUPUN DLM DIAAM…

    DAN TIKA ITU CINTA RYAN DAN CINTA BERPUTIK…
    KEMUDIAN SI RYAN MAU PERGI KE AIRPORT UNTUK KE AMERIKA…

    PADA WAKTU YANG SAMA SI RYAN FELL ACCIDENT ….
    SSSSOOOO…YG KITA LIAT DARI PERUMPAMAAN TADI CINTANYA TIADA DI RAGUKAN DAN SEMUANYA SUDAH TERUNGKAP…

    DAN DARI SITU BARULAH ORANG2 MENGERTI LOVE IS CINTA

  4. acha keren banget aktingnya. gak fair membandingan dgn nirina. anyway, jujur aja, sebagus apapun nirina, dia slalu tampil dgn karakter yg sama. cheerful, joyful, lil boyish (oh please…). sementara acha bisa tampil dgn beragam peran di 5 filmnya. Anda sudah lihat dia di Love & In the Name of Love?
    kalo ada yg bilang acha tidak patut jd artis karena tampangnya biasa aja, ya itu urusan selera aja kok. kalo dia tidak cantik toh tidak akan jadi finalis gadis sampul.

  5. hahahahaa……
    si vania mah.
    wele2
    lo pasti fans acha
    biasa mah kalo fans mau jelek pa bagus tetep ja dibilang bagus.
    acha itu OVER sekali di LIC
    di LOVE
    super biasa.
    di itnol
    ya da kemajuan
    tapi gagh bgeitu berarti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s