Terpesona Oleh Harry Potter!
Sebagian teman saya bilang, Harry Potter And The Order Of The Phoenix (HPOOP)mengecewakan. Banyak yang hilang dari bukunya yang luput dilayar lebarkan oleh David Yates sebagai sineas seri ke 5 ini. Entahlah, mungkin karena masalah selera sepertinya. Buat saya, HPOOP justru mengesankan. David Yates berhasil memadatkan jumlah halaman yang sampai 1200-an di buku versi Indonesianya ke dalam pita film sepanjang hampir 138 menit. Memang sebagian cerita di hilangkan, bahkan adegan Quiditch yang mengisahkan kepahlawanan Ron juga sama sekali tak disinggung. Tapi sama sekali tidak mengganggu penonton menikmati kisah perjuangan melawan teror kembalinya sang pangeran kegelapan, Voldemort. Dari segi pemain sama sekali tak mengecewakan, pemain lama bermain stabil, bahkan perubahan fisik 3 pemain utamanya justru semakin mempesona. Pemain baru seperti Imelda Staunton yang memerankan Dolores Umbridge, Helena Bonham Carter sebagai Bellatrix Lestrange juga bermain luar biasa. Jangan lupakan si manis Evanna Lynch sebagai Luna Lovegood. Semua bermain bagus. Spesial efeknya juga tidak mengecewakan. Adegan pamungkas di departemen misteri benar-benar menakjubkan. Mungkin karena banyaknya adegan ‘ngobrol’ di awal cerita yang membuat teman-teman saya mengeluh kalau film ini kurang bagaimana…! Tapi sekali lagi namanya juga tontonan, tentunya selera orang tidak selalu sependapat. Buat saya justru film HPOOP ini termasuk yang terbaik dari 5 seri HP yang sudah beredar. Tidak sia-sia mengantri dan datang lebih awal untuk dapat kursi terbaik untuk nonton film ini.
