Selamat Jalan Ibu…

Sebuah ironi memulai blog ini dengan ucapan selamat jalan buat ibuku tercinta. Dia sudah pergi selamanya karena stroke setelah berjuang beberapa hari setelah tiba-tiba secara misterius gula darahnya meningkat drastis. Semuanya seperti mendadak. Tanpa firasat, kecuali adikku yang bermimpi giginya copot, Ibu meninggalkan kami tanpa berpamitan. Tapi senyum yang tersungging di bibirnya adalah jawaban bahwa dia bahagia dengan kepergiannya.

Banyak hal yang tersesali setelah kepergian Ibu. Terutama buatku sendiri. Aku terlalu banyak mengecewakannya. Hitunglah berapa kali aku pulang untuk menjenguknya? bagaimana dia menghadapi pertanyaan orang-orang disekelilingnya karena anaknya tidak lulus-lulus kuliah? Atau bagaimana dia menghadapi segala kebohonganku selama ini? sesal memang selalu datang belakangan dan itu yang terjadi padaku. Tapi sepatutnya aku tidak pantas menyesalinya karena aku memang layak menerima hukuman ini. Lihatlah ayahku, laki-laki biasa yang seumur hidupnya hanya mengenal seorang wanita terkasih yang kini malah pergi dari sisinya dalam usia yang masih muda. Dia menangis..pertama kalinya dalam hidupku melihat ayah begitu terpukul. Dia kehilangan cinta, rumah yang selama ini menyambutnya ketika lelah dari kerja dan selalu ada dalam segala situasi. Adikku pun lebih layak berduka, dua bulan lagi dia di wisuda, bahkan bersama ibu dia sudah merancang gaun indah untuk hari bahagia itu.

 Selamat jalan ibu….semoga di atas sana, ibu mendapat tempat yang sangat indah di samping Tuhan YME. Semoga semua yang Ibu  lakukan di dunia ini mendapat balasan yang indah dari Dia. karena aku tahu Ibu adalah wanita terbaik yang pernah ada untuk ku dan untuk keluargaku….

 Maaf atas semua kenakalanku…sekali lagi maaf….

One Response to “Selamat Jalan Ibu…”

  1. Turut beduka cita ya..

Leave a Reply